;
Menjadi hilang,
adalah sebuah kebiasaan yang sudah terbentuk sedari kecil.
Meskipun semua manusia diciptakan dari asal yang sama, banyak faktor yang membuat terbentuknya rasa menjadi berbeda. Tidak sedikit orang menyesal dengan pertemuan yang akhirnya berujung perpisahan, aku pun salah satunya, di waktu itu. Kini, aku yakin dan makin membenarkan bahwa waktu akan menyembuhkan segala sakit yang terasa. Oh, dan satu lagi, aku semakin yakin bahwa cinta adalah gerbang derita. Tinggal memilih saja, derita terisi suka atau duka. Rasanya banyak yang ingin aku ceritakan, tapi suara ku menolak keluar karena kerongkongan tercekik. Ingin ku tuliskan segala keluh, seringkali tertahan bingung apa yang harus dituliskan.
Setelah hampir 10 tahun, aku kehilangan kontrol yang membuat ku semakin membenci diri ku sendiri, aku sempat hilang. Tidak tau kemana harus melangkah, tidak mengerti apa yang aku sukai, melupakan semua ambisi, dan terpaku pada kesedihan sehingga ingin sekali untuk hilang.. namun, setahun berlalu, Tuhan membantu ku berpindah semesta bahwa perlu selesai dengan lingkaran kesedihan itu dan melahirkan kembali versi diri yang lebih baik. Sulit, bagaikan melihat hancurnya kapal titanic yang bertahun-tahun ku rancang dan bertahan hidup untuk merakitnya kembali, tapi.. aku teringat dengan kalimat
"Allah akan mewujudkan hal yang mustahil dengan cara yang mustahil."
saat itu, tidak ada sedikitpun kemampuan berfikir dan mati rasa, setelahnya.. aku proses setiap kalimat yang ku baca, tidak yakin. Hanya kiasan penenang sementara. Ternyata, kini aku merasakannya juga.
Tepat setahun,
aku bisa melewati pertanyaan utama
aku bisa meyakinkan diri ku baik-baik saja
meskipun, bukan kamu lagi orang pertama
yang aku ceritakan pencapaian dan impian ku semata.
Tepat setahun,
kita tidak lagi berjumpa
merayakan hari lahir dan bahagia
namun, doa itu tetap sama
semoga kamu, dalam keadaan baik-baik saja
karena kini aku sudah terbiasa
dengan cara mu pergi entah kemana.
Tepat setahun,
waktu perlahan meminta ku untuk menerima
bahwa apa yang aku takutkan tentang kehilangan
hanyalah sia-sia, tidak ada yang benar-benar menjadi milik ku
dunia, adalah tempat yang fana.
Tepat setahun,
aku selalu menggugat Tuhan tentang akhir cerita
kini aku berhenti dan menerima
aku sadar bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama
Kini, aku sudah merakit kembali serpihan ambisi ku
meyakinkan diri bahwa aku bisa baik-baik saja tanpa mu
memanjatkan doa agar diberikan jodoh yang memuja ku selalu
memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi hal semu
Bapak juga selalu bilang kepada ku
yang lalu biarlah berlalu
yakin pada akhirnya akan ada titik temu
Di beberapa waktu,
aku masih terlintas memikirkan keadaan mu
apakah kamu baik-baik saja tanpa ku?
lalu aku sadar dari lamunan kosong itu
BAHWA KAMU LEBIH BAIK TANPA AKU
BAHWA KAMU MEMANG AKHIRNYA MEMILIH HILANG BEGITU
BAHWA KAMU TERCIPTA UNTUK MENJADI SEORANG PEMALU
Tertawala aku dengan segala janji yang terucap kala itu
hanyalah celotehan kosong yang menjebak ku
Tidak sering aku berdoa untuk kesialan mu
tapi kini, sudah tidak begitu
karena kebahagiaan sudah datang menjemput ku.
Berbicara dalam hati,
aku tidak pernah merugi
kita memang saling menyakiti
tapi kamu, tidak akan pernah lagi
mendapatkan cinta yang tulus dan mengasihi
waktu, tenaga dan materi
kamu hilangkan begitu saja, dan pergi.
Janji ku, tidak sama dengan janji yang kamu ucapkan.
Sekalipun nyawa harus aku pertaruhkan,
aku tetap yakin bahwa kebahagiaan akan datang.
Hukum tabur tuai, nyata adanya.
Ikhlas ku sudah 95%, menunggu sisanya.
Kamu, akan merasakan sakitnya kehilangan hal yang kamu harapkan.
Tanpa ada jeda,
AAAAAAKK aku baru mulai aktif blogger lg, seneng baca blog kamuu!
BalasHapus????? haiiiii N, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku yaa.. semoga kamu selalu sehat dan bahagiaaa ♡♡♡
Hapus