Patah, untuk tumbuh.

Yang Hilang, terganti..

gugurnya daun memiliki arti bahwa segala sesuatu punya 'masanya'. Bahwa akan ada daun yang                tumbuh kembali, sama dengan kehadiran manusia bagi sesamanya. Jika masa pinjamnya sudah habis, sedekat apapun jaraknya, pasti akan ada cara untuk hilang. 

Agar yang baru bisa datang,

hanya kalimat penenang. Ya, aku tidak percaya bahwa segala sesuatu yang hilang akan digantikan. Fokus ku hanya pada rasa sakit akan pengkhianatan. Padahal jika diulik, dengan hilangnya kamu, merupakan salah satu doa ku dulu. Memang manusia itu berkeluh melulu. Proses ku panjang untuk menerima bahwa segala sesuatu itu harus hilang agar yang baru bisa datang. 

Saat ini aku sudah bangkit,

aku sudah menata kembali kehidupan ku sesuai dengan mimpi yang pernah aku rencanakan, kekhawatiran itu memang ada yang muncul, namun 90% rencana sudah berhasil aku dapatkan. Banyak hal yang ingin aku ceritakan, sayangnya kamu lebih memilih hilang. Oiya, saat ini sudah ada yang mengisi kekosongan bagian 'romansa' ku, umurnya berbeda jauh dibawah ku. Namun, banyak persamaan diantara kalian, yang seringkali membuat ku bertanya, apakah Tuhan masih mendekatkan sosok mu di hidup ku melalui versi manusia yang berbeda? Aku berdoa, semoga tidak. 

Panggil saja dia Sagar, kehadirannya tidak pernah terencana. Sosoknya jauh dari ekspetasi ku, hanya jika di rinci, banyak doa yang seolah terwakili olehnya. Aku menyukai spontanitasnya, senyumnya, meskipun banyak yang sama dengan mu, perbedaannya terletak pada 'ambisinya'. Dia terlihat tenang, meskipun ber-ombak. Aku belum lama mengenalnya, belum banyak waktu dihabiskan bersama. Tapi, belajar dari kesalahan kita, aku mulai menyusun hal-hal yang tidak perlu dilakukan untuk meminimalisir rasa sakit hati di kemudian hari.

Kini, aku menemukan kembali rasa 'utuh' setelah patah. Terima kasih untuk masanya, kebaikan, kebahagiaan, kesabaran, ketulusan dan kecintaan kamu tidak akan pernah terlupakan maupun tergantikan. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

;

Dengan Apa "?"