Ini Puisi Putri


JANJI KOSONG

Kami,menjerit terisak tangis.
Meraung-raung kelaparan dalam duka.
Dan kau tetap saja diam tak berbicara.
Menikmati uang negara.
Tak sepeserpun kau sisakan itu pada kami.
Kau pergi suka hati.
Perut keluargamu terisi uang haram.
Tak seperpun kau sisakan.
                                   

Dulu kau berbondong  janji pada kami.
 Kini kami tersadar, begitu bodohnya kami.
Percaya pada lidah api mu.
Kau selalu saja menguras uang kami.


Jangan salah kan  kami bila nanti kau termakan
Oleh gelapanya lingkar setan.
Dan kau terjebak dalam BUI negara.
Mungkin kau tak jera.
Karna uang kami kau pakai untuk menyuap
Hukum kini tak adil.
Hukum kini biadab
Hukum kini iblis
Persetan dengan hokum kini.


Tapi ingat.
Di dunia kau terbebas dari sakitnya hukum
Namun,ketika kau berhadapan langsung dengan Tuhan.
Kau tak akan pernah bisa menyuapnya.
Karena ia Maha Adil
Maha Segala-galanya.
Ingat. Kau tak akan bisa memndapat belas kasihnya.
Dan kami pun hanya berdoa semoga saat itu kau menyesal sepenuhnya.
JERA

Hitam putih cinta
Sudah kurasa
Semua itu sudah berlalu
Tak lagi ingin kurasa

Ketika aku mencintai mu
Kau bersamanya selalu
Ketika aku sudah bisa melupakan mu
Kau hadir kembali di kehidupan ku semaumu

Pahitnya cinta dulu yang terasa
Membuat ku tak ingin kembali ke coba
Aku sudah merelakan mu dengannya
Aku sudah jera
Dengan masalah cinta

Semua cinta hanya membuat ku sakit hati
Entah mereka mau berkata apa
Yang penting aku tak tersakiti lagi
Aku hanya ingin tenang dalam rasa
Tak lagi lagi
Terjerembab dalam hitamnya cinta.






















SEMUT-SEMUT HITAM
               
Semut-semut hitam
Mencba mencari jalan,
Mencoba mengali lubang
Untuk teduhan dari raungan hujan.

Semut-semut hitam
Solidaritas tinggi di atas mentari
Tak pernah acuh tak acuh
Bahu-membahu
Tolong- menolong
Itulah moto selalu

Lelah,suka,duka
Mereka bagi bersama
Tak pandang bulu mata
Tak ilir-mudik tertib
Tak seperti manusia bodoh

Sampai kapan adab manusia
Dikalahkan oleh
Semut-semut hitam.     

























R . I . P

Dentinga waktu menyadarkan ku
Diam terpaku memandang kenangan itu
Aku tak percaya kau sudah pergi sahabatku
Kau pergi selamanya meninggalkan ku
Kau telah tertidur di lambaian pertiwi
Air matakuterus membanjiri kepergianmu ini

Canda  ,tawa mu selalu ada dalam hariku
Kuharap kau tenang di sana
Kuharap kau tetap kokoh berdiri di surga nanti
Kuharap kita bisa bertemu lagi kawan

Kini hariku sepi menyendiri
Tapi ambisimu tetap dalam kenangan ku
Ku jaga ambisi kuat mu itu
Kujadikan motivasi di hidupku
Meskipun batu nisan itu telah memisahkan dunia kita
Kau akan selalu dihatiku kawan

Selamat tinggal
Semoga kau tenang disana
Rhyme in peace.


























KATA ITU


Ketika kau merasa cinta itu menyakitkan
Kau salah
Cinta itu tak pernah menyakitkan
Sakit itu berasal dari hati
Dari perasaan kita sendiri
Sesungguhnya cinta itu murni

Selama ini aku merasa dan selalu menyalahkan cinta
Karena perasaan dan logika ku tak pernah bersatu
Karena harapan ku padamu terlalu besar
Dan kini aku tak bisa menerima kenyataan bahwa kau sudah denganya
Tapi salahmu juga
Kau terlalu membuat harapan padaku
Kau seenaknya saja memainkan perasaan ku
Kau dengan seenaknya saja menumbuhkan rasa cinta itu
Sedangkan kau hanya memainkannya
Bukan ingin memilikinya
Aku lelah dengan semua ini
Mengapa perasaan ini begitu rumit?
Mengapa hidup ini terdapat rumus yang menjilat fikiran ku

Kau tega
Tega membiarkan ku memasukkan mu dalam hatiku
Sedangkan dirimu hanya seenaknya saja memprmainkannya

Kini aku sadar akan hal itu
Kini aku hanya tak ingin terpancing lagi oleh rasa itu
Dan kumohon padamu untuk tak lagi membuat hatiku berharap
Dan tergores luka cinta lagi














PEMERINTAH HITAM

Mengorbankan nyawa kami
Itulah kebiasaan mu
Mengorbankan jiwa raga kami
Itulah sebisa mu

Kau tak pernah mencoba mengerti terikan tangis kami
Kau hanya bisa tertawa melihat jeritan kami
Kemana hati nurani mu itu?
Kemana jiwa putih yang kau miliki?

Lidahmu hanya bisa bersilat
Pedihnya luka dalam hidup kami
Kau tak pernah rasakan
Kau hanya berkata janji
Janji yang tak kau kabuli sampai kau mati

Kami disini,hanya bisa meratapi nasib
Mencoba bangkit
Mencoba membasmi kemiskinan ini sendiri
Mecoba melepas jajahan dari pemerintah hitam


Komentar

Postingan populer dari blog ini

;

Patah, untuk tumbuh.

Mungkin