Elegi Senja
ELEGi
Katakan
pada bintang bahwa kau akan menyinari ku,
Katakan
pada mentari bahwa kau akan menjadi penyemangat ku,
Katakan
pada hujan bahwa kau sumber kehidupanku,
Katakan
pada senja bahwa kau alasan semburat senyumku,
Katakan
pada angin bahwa kau selalu ada di sampingku.
Dalam
tangis aku selalu belajar,
Belajar
untuk mengerti bahwa aku tegar.
Dalam
tawa aku selalu mengerti,
Mengerti
bahwa bahagia itu inti.
Dalam
benci aku mulai memaknai,
Memaknai
jika hal yang bukan hakku tak akan ku miliki
Kau, laksana
lembayung senja yang pergi dengan singkat.
Dalam
detik, kau menorehkan senyum,
Dalam jam
kau menorehkan rindu.
Senja..
Semburat
jingga dalam hampa
Menorehkan
rasa yang begitu peka
Senyum
dalam elegy jingga.
Tak
banyak orang meluangkan waktu untuk senja,
Mereka
terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Hujan..
Rintikan
molekul air turun dalam daratan.
Menyusuri
ruang bawah tanah yang padam
Mencari
celah ke lautan
Dan akan
kembali lagi ke awan.
Sekilas
di benak kita,
Perputaran
air tak akan pernah berhenti dalam kehidupan
Menghasilkan
oksigen dalam hirupan
Mengelola
setiap pertumbuhan.
Terlalu
banyak kenangan dalam hujan,
Menanti
tawa dalam kehampaan,
Menemani
tangis dalam kesedihan,
Menyipu
gelapnya awan dan menorehkan pemandangan alam
Dalam
hujan kemenanti jutaan kenangan.
Komentar
Posting Komentar