Seperti?
Banyak makna dalam kehidupan. Awal-Akhir,
Hidup-Mati, Sehat-Sakit, Bahagia-Sedih, dan masih banyak lagi pasangan dalam
kehidupan.
Pertemuan-Perpisahan..
Kita tertawa untuk menangis. Kita hidup untuk
mati. Kita sehat untuk sakit. Kita kuat untuk lemah. Dan kita bertemu untuk berpisah.
Bukannya aku egois. Aku hanya takut jika nanti
sudah waktunya aku akan kehilangan. Bagiku kehilangan itu sudah hukum alam
“mutlak”. Tak ada yang datang kalau masih ada yang tak hilang. Dalam kehilangan
pasti akan ada pembaruan. Dalam pembaruan pasti akan ada kehilangan. Ya..
Itulah roda pasangan.
Banyak kisah yang akan ku ceritakan, ku
simpulkan menjadi sebuah symbol yang mungkin akan kau mengerti jika kau
memiliki hati yang damai. Kita mulai dengan symbol yang ku miliki dalam hidupku
dan orang-orang yang mengisi catatan hidup ku :
Seperti angin, yang menyentuh lembaran kisah
pertemanan ku. Kini semua itu sudah berlalu karna angin itu sudah bertiup
kearah yang lain. ke arah yang tak ku tahu.
Seperti hujan, yang datang pada lembaran hidup
ku. Belajar membuat ku menangis, memahami arti kehidupan. Namun, dalam hujan
aku berteduh di bawah singasana kasih sayang ketenangan hujan itu.
Seperti halilintar, yang menyengat pendegaran
ku. Menggelegar dalam dilemma hidup. Memberi tahu bahwa ada banyak orang yang
menyayangi ku.
Seperti bintang, yang memiliki sinar tersendiri.
Memiliki pancaran dalam gelap untuk bisa di lihat oleh ku. Bintang memberikan ku arti bahawa tidak
semua orang yang hidup dalam kegelapan memiliki sisi gelap dan jahat. Justru
orang-orang tersebut lah yang mampu membawa kehidupan yang lebih baik untuk
sekitarnya.
Seperti bulan, yang berdiam penuh cerita dalam
hati. Mereka lah yang selalu menyimpan semua rahasia hidup dalam dirinya,
sendiri. Mungkin mereka tak pernah mau ingin berbagi kisah pada sekitar.
Seperti mentari, yang selalu ada dalam
keseharian ku, perjalanan ku. Dia lah sahabat setia ku. Aku takut jika suatu
saat mentari itu akan hilang. Sinarnya akan tertelan oleh badai kehidupan.
Mentari selalu member tahu ku bahwa “hidup ini singkat, jalani lah dengan
caramu. Baik buruknya kau yang menerima. Berjalan lah nak.. Berjalan lah, aku
akan selalu menyinari jalan mu”.
Seperti langit, yang selalu memberikan ku banyak
teman. Langit lah yang melukiskan mereka. Langit lah yang mendatangkan mereka.
Dan langit lah yang member tahu bahwa hidup ini selalu penuh warna, untuk apa
kau berdiam menjenuhi takdir burukmu? Langit pernah berkata padaku “ Di
kehidupan ini tidak ada yang buruk. Maksudnya, takdir Tuhan tidak pernah buruk.
Tuhan telah memberikan kebaikan yang teramat banyak bagi kita. Tuhan yang
menciptakan semua ini. Tuhan selalu menyimpan banyak rahasia yang takakan
pernah kita ketahui. “Buruk” itu adalah ketika kamu melakukan hal yang tak
perlu kamu lakukan. Jalani hidup ini dengan apa adanya. Bukan hanya mengeluh”.
Dan seperti kobaran api yang mengejutkan. Aku
tak pernah berfikir akan mengenalmu, melihatmu tertawa padaku, tersenyum tulus
di hari-hari ku, membubuhkan semangat dalam perjalanan ku, dan menyajikan
candaan hiburan di kala sedih ku.
Masih banyak symbol kehidupan tapi ribuan
karakter disini tidak mampu menjelaskan secara jelas pada mu. Aku hanya ingin
kalian tahu, bahwa aku sangat beruntung memiliki kalian dalam hidupku.
Keluarga, teman, sahabat, guru, bahkan Tuhan. Aku sangat beruntung memiliki
mereka semua. Kalian pun juga!
Banyak orang yang berlalu lalang dalam lembaran
cerita ku, ada yang sejenak, dan mungkin akan ada yang selamanya.
Apa kalian masih mengaanggap hidup ini tidak
adil? Terkesan naïf memang, tapi aku pun tak mau terus menerus berfikir
“negative” dengan kehidupanku. Mulai sekarang aku ingin belajar bersyukur atas
semua teguran yang aku terima, masukan yang mereka berikan, dan komentar yang
mereka lontarkan. Mungkin memang benar, hidup ini bukan “monoton” cobalah
sesuatu yang baru. dengan adanya mereka (orang-orang di sekelilingmu) kau akan
menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan berarti kalian harus merubah sepenuhnya
pribadi kalian. Bukan! Maksud ku, cobalah kalian melihat di sekeliling kalian.
Cobalah kalian merenung tentang kehidupan kalian. Tentang semua yang sudah
Tuhan berikan pada kalian.
Komentar
Posting Komentar